Persiapan Laporan Keuangan dan Pajak Menyambut Tahun 2026

Memasuki tahun 2026, kesiapan bisnis tidak hanya dilihat dari rencana anggaran dan target penjualan, tetapi juga dari ketertiban laporan keuangan dan perpajakan. Banyak perusahaan merasa sudah siap secara operasional, namun masih menyimpan pekerjaan administratif yang belum tuntas. Padahal, laporan dan pajak yang belum rapi dapat mengganggu pengambilan keputusan di awal tahun dan berpotensi menimbulkan risiko di kemudian hari.
Agar transisi menuju 2026 berjalan lebih aman, berikut hal-hal penting yang perlu disiapkan dan dilaporkan, khususnya dari sisi keuangan dan perpajakan.

Laporan Keuangan yang Perlu Difinalkan

Sebelum memasuki tahun 2026, laporan keuangan 2025 sebaiknya sudah disusun dengan lengkap dan konsisten. Laporan ini menjadi dasar utama dalam menyusun strategi dan budgeting tahun berikutnya.
Beberapa laporan yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Laporan laba rugi, untuk melihat kinerja usaha selama satu tahun penuh, termasuk kemampuan bisnis menghasilkan keuntungan dan mengendalikan biaya.
  • Neraca keuangan, guna memastikan posisi aset, kewajiban, dan modal perusahaan sudah tercatat dengan benar.
  • Laporan arus kas, agar manajemen memahami kondisi likuiditas dan tidak salah membaca kemampuan finansial di awal tahun.
  • Rekonsiliasi kas dan bank, supaya saldo pembukuan sesuai dengan kondisi riil di rekening perusahaan.

Laporan keuangan yang rapi akan memudahkan proses budgeting 2026 dan mengurangi risiko kesalahan perhitungan.

Pajak Bulanan yang Wajib Dicek Ulang

Selain laporan keuangan, pajak bulanan perlu ditinjau kembali agar tidak ada kewajiban yang tertinggal. Pajak-pajak ini sering dianggap rutin, tetapi justru paling sering menimbulkan masalah saat akhir tahun.

Beberapa jenis pajak bulanan yang perlu diperhatikan meliputi:

  • PPh Pasal 21, yaitu pajak atas gaji, upah, dan tunjangan karyawan. Perusahaan perlu memastikan seluruh perhitungan sudah sesuai, termasuk perubahan status karyawan atau tambahan penghasilan selama tahun berjalan.
  • PPh Pasal 23, yang dikenakan atas pembayaran jasa tertentu seperti konsultan, vendor, dan penyedia jasa lainnya. Bukti potong pajak harus lengkap dan sesuai dengan transaksi.
  • PPN (bagi PKP), termasuk kesesuaian antara faktur pajak keluaran dan masukan, serta pelaporannya secara tepat waktu.
  • PPh Pasal 4 ayat (2), misalnya atas sewa bangunan atau jasa konstruksi, yang sering terlewat karena dianggap tidak rutin.

Menutup pajak bulanan dengan rapi akan mencegah penumpukan masalah di awal 2026.

Pajak Tahunan yang Menentukan Kesiapan Tahun Depan

Selain pajak bulanan, pajak tahunan menjadi indikator utama apakah bisnis benar-benar siap menyambut tahun 2026.
Beberapa hal yang perlu disiapkan antara lain:

  • Perhitungan PPh Badan, yang harus disesuaikan dengan laporan laba rugi dan koreksi fiskal.
  • Rekap seluruh pajak yang telah dibayar, termasuk angsuran PPh Pasal 25, untuk mengetahui posisi kurang atau lebih bayar.
  • Persiapan SPT Tahunan Badan, agar pelaporan dapat dilakukan tepat waktu tanpa terburu-buru.

Dengan pajak tahunan yang sudah terencana, bisnis dapat memulai tahun 2026 dengan kondisi yang lebih tenang.

Dokumen Pendukung yang Perlu Dirapikan

Selain laporan dan pajak, kelengkapan dokumen pendukung juga tidak kalah penting. Dokumen ini sering kali baru dicari saat dibutuhkan, padahal seharusnya sudah tersusun sejak awal.
Beberapa dokumen yang perlu dirapikan meliputi:

  • Bukti potong pajak dan faktur pajak
  • Kontrak kerja sama dengan pihak ketiga
  • Data aset dan perhitungan penyusutan
  • Arsip pembayaran dan transaksi penting

Dokumen yang lengkap akan mempermudah proses audit, evaluasi, dan pengambilan keputusan di masa depan.

Menjadikan Laporan dan Pajak sebagai Alat Strategi

Menyiapkan laporan keuangan dan perpajakan menjelang tahun 2026 bukan sekadar menutup kewajiban administratif, tetapi memastikan bisnis memasuki tahun baru dengan arah yang jelas dan kondisi yang sehat. Dengan Lebaran yang jatuh di kisaran 20–22 Maret 2026, keputusan keuangan di awal tahun akan sangat menentukan stabilitas operasional dan strategi bisnis selanjutnya.

Di sinilah peran pendamping profesional menjadi penting. CCSI Asia hadir sebagai konsultan bisnis yang berpengalaman membantu perusahaan, khususnya bisnis keluarga, dalam menata laporan keuangan, mengevaluasi kewajiban pajak, serta menerjemahkan data keuangan menjadi bahan diskusi strategis ditingkat manajemen. Pendekatan ini membantu pemilik usaha tidak hanya “patuh”, tetapi juga lebih siap mengambil keputusan.

Melalui proses analisis dan pendampingan praktis, CCSI Asia membantu perusahaan membangun sistem manajemen yang rapi, rapat kerja yang lebih terarah, serta keputusan bisnis yang berbasis data, sehingga perencanaan tahun 2026 dapat dijalankan dengan lebih efisien dan berkelanjutan.

Jika Anda ingin memastikan laporan keuangan dan perpajakan bisnis benar-benar siap sebelum memasuki 2026, kunjungi ccsi.asia.com dan temukan bagaimana tim profesional CCSI Asia dapat membantu menyusun strategi bisnis yang lebih berdampak.

Lokasi: Megah Raya, Blok Q No.5, Jl. Raya Kalirungkut No.1-3, Kedung Baruk, Kec. Rungkut, Kota SBY, Jawa Timur 60293
Email: kontak.ccsi@gmail.com
Whatsapp: 0851 0177 4732