{"id":4716,"date":"2025-09-18T06:56:05","date_gmt":"2025-09-18T06:56:05","guid":{"rendered":"https:\/\/ccsi.asia\/?p=4716"},"modified":"2025-10-15T03:40:48","modified_gmt":"2025-10-15T03:40:48","slug":"mengelola-sdm-dan-kinerja-untuk-keberlanjutan-bisnis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ccsi.asia\/id\/mengelola-sdm-dan-kinerja-untuk-keberlanjutan-bisnis\/","title":{"rendered":"Mengelola SDM dan Kinerja untuk Keberlanjutan Bisnis"},"content":{"rendered":"<p>Dalam dunia bisnis modern, keberhasilan perusahaan tidak lagi dapat diukur hanya dengan angka-angka laporan keuangan. Semakin kompleksnya tantangan global, perubahan teknologi, dan ekspektasi tenaga kerja generasi baru, memaksa organisasi untuk memikirkan ulang pendekatan mereka terhadap keberlanjutan dan pertumbuhan. Salah satu pendekatan yang kini mendapatkan perhatian serius adalah bagaimana perusahaan mampu menyeimbangkan fokus pada kinerja finansial sekaligus pengembangan sumber daya manusia (SDM).<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewbox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewbox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseprofile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/ccsi.asia\/id\/mengelola-sdm-dan-kinerja-untuk-keberlanjutan-bisnis\/#Perusahaan_Pemenang_People_Performance_Mengelola_SDM_dan_Kinerja_untuk_Keberlanjutan_Bisnis\" >Perusahaan Pemenang People + Performance: Mengelola SDM dan Kinerja untuk Keberlanjutan Bisnis<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/ccsi.asia\/id\/mengelola-sdm-dan-kinerja-untuk-keberlanjutan-bisnis\/#Mengapa_Kinerja_dan_SDM_Harus_Jalan_Bersamaan\" >Mengapa Kinerja dan SDM Harus Jalan Bersamaan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/ccsi.asia\/id\/mengelola-sdm-dan-kinerja-untuk-keberlanjutan-bisnis\/#Metodologi_Mengukur_Dua_Dimensi_Keunggulan\" >Metodologi: Mengukur Dua Dimensi Keunggulan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/ccsi.asia\/id\/mengelola-sdm-dan-kinerja-untuk-keberlanjutan-bisnis\/#Empat_Kategori_Perusahaan\" >Empat Kategori Perusahaan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/ccsi.asia\/id\/mengelola-sdm-dan-kinerja-untuk-keberlanjutan-bisnis\/#Karakteristik_PP_Winners\" >Karakteristik P+P Winners<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/ccsi.asia\/id\/mengelola-sdm-dan-kinerja-untuk-keberlanjutan-bisnis\/#Peran_CCSI_dalam_Membantu_Perusahaan_Menjadi_PP_Winners\" >Peran CCSI dalam Membantu Perusahaan Menjadi P+P Winners<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perusahaan_Pemenang_People_Performance_Mengelola_SDM_dan_Kinerja_untuk_Keberlanjutan_Bisnis\"><\/span>Perusahaan Pemenang People + Performance: Mengelola SDM dan Kinerja untuk Keberlanjutan Bisnis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Sebuah penelitian global terbaru yang menganalisis ribuan perusahaan lintas sektor memberikan gambaran menarik: hanya segelintir perusahaan yang berhasil menonjol dalam dua dimensi sekaligus\u2014yakni kinerja keuangan unggul dan investasi serius pada pengembangan SDM. Kelompok ini kemudian disebut sebagai People + Performance Winners (P+P Winners).<\/p>\n<p>Artikel ini akan membedah secara mendalam konsep P+P Winners, menjelaskan kerangka analisis yang digunakan, mengurai empat kategori utama perusahaan, serta menarik pelajaran penting yang dapat diadaptasi oleh perusahaan di berbagai sektor, termasuk bisnis keluarga yang tengah tumbuh.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengapa_Kinerja_dan_SDM_Harus_Jalan_Bersamaan\"><\/span>Mengapa Kinerja dan SDM Harus Jalan Bersamaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Tradisi lama dalam manajemen perusahaan kerap memisahkan antara target kinerja dan fokus pada manusia. Tidak jarang manajemen lebih menekankan pencapaian angka-angka keuangan: pertumbuhan pendapatan, laba bersih, dan return on investment. Di sisi lain, divisi SDM sering kali dianggap hanya sebagai fungsi pendukung, bukan sebagai pusat strategis.<\/p>\n<p>Namun, realitas menunjukkan bahwa perusahaan yang hanya mengejar keuntungan jangka pendek tanpa memperhatikan pengembangan talenta akan mengalami kesulitan dalam mempertahankan keunggulan kompetitifnya. Karyawan yang tidak berkembang, tidak memiliki ruang mobilitas, atau merasa terjebak dalam budaya kerja toksik cenderung akan mencari peluang lain. Akibatnya, perusahaan kehilangan bakat terbaiknya, biaya rekrutmen meningkat, dan kesinambungan bisnis terganggu.<\/p>\n<p>Sebaliknya, perusahaan yang hanya fokus pada SDM tanpa mampu mendorong kinerja keuangan pun tidak akan bertahan lama. Pengembangan manusia memang penting, tetapi tanpa penerjemahan ke dalam nilai bisnis yang nyata, perusahaan akan kesulitan menarik investor, memperluas pasar, dan mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan.<\/p>\n<p>Dari sinilah muncul kesadaran bahwa kinerja dan SDM harus dikelola secara sinergis, bukan diperlakukan sebagai pilihan salah satu.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Metodologi_Mengukur_Dua_Dimensi_Keunggulan\"><\/span>Metodologi: Mengukur Dua Dimensi Keunggulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Penelitian yang mendasari kategori P+P Winners menggunakan dua pendekatan utama:<\/p>\n<p><strong>Kinerja Finansial<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Diukur dengan standar tinggi, salah satunya menggunakan economic profit as a share of revenue atau laba ekonomi sebagai persentase dari pendapatan.<\/li>\n<li>Analisis dilakukan selama satu dekade penuh, sehingga tidak hanya mencerminkan performa sesaat, tetapi juga konsistensi dalam jangka panjang.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Pengembangan Modal Manusia<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Rata-rata jam pelatihan per karyawan purnawaktu.<\/li>\n<li>Proporsi perpindahan peran internal dibanding total perpindahan karyawan.<\/li>\n<li>Kesehatan organisasi, diukur melalui McKinsey Organizational Health Index (OHI), sebuah survei diagnostik berbasis data yang telah dipatenkan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa investasi dalam pelatihan, peluang mobilitas internal, dan budaya organisasi yang sehat memiliki korelasi kuat dengan peningkatan peluang karyawan untuk naik kelas pendapatan sepanjang kariernya. Dengan kata lain, perusahaan yang serius membangun SDM bukan hanya memperbaiki lingkungan kerja, tetapi juga menjadi mesin mobilitas sosial ekonomi.<\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-4717 size-full\" src=\"https:\/\/ccsi.asia\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/mckinsey-4-jenis-perusahaan-scaled.jpg\" alt=\"\" width=\"2560\" height=\"1440\" srcset=\"https:\/\/ccsi.asia\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/mckinsey-4-jenis-perusahaan-scaled.jpg 2560w, https:\/\/ccsi.asia\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/mckinsey-4-jenis-perusahaan-300x169.jpg 300w, https:\/\/ccsi.asia\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/mckinsey-4-jenis-perusahaan-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/ccsi.asia\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/mckinsey-4-jenis-perusahaan-768x432.jpg 768w, https:\/\/ccsi.asia\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/mckinsey-4-jenis-perusahaan-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/ccsi.asia\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/mckinsey-4-jenis-perusahaan-2048x1152.jpg 2048w, https:\/\/ccsi.asia\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/mckinsey-4-jenis-perusahaan-18x10.jpg 18w\" sizes=\"(max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Empat_Kategori_Perusahaan\"><\/span>Empat Kategori Perusahaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Hasil analisis kemudian membagi perusahaan ke dalam empat kelompok besar:<\/p>\n<p><strong>1. P+P Winners (9%)<\/strong><\/p>\n<p>Kelompok paling langka, kurang dari 10% perusahaan, yang mampu unggul sekaligus dalam kinerja keuangan dan pengembangan SDM. Mereka membuktikan bahwa orientasi pada manusia tidak menghalangi profitabilitas, justru memperkuatnya.<\/p>\n<p>P+P Winners menciptakan lingkungan di mana karyawan bisa membangun keterampilan, mengembangkan karier, dan merasa diberdayakan, sementara perusahaan tetap konsisten mencapai target finansial yang tinggi.<\/p>\n<p><strong>2. Perusahaan Berorientasi Kinerja (21%)<\/strong><\/p>\n<p>Sekitar seperlima perusahaan menempati posisi ini. Mereka unggul dalam kinerja finansial, tetapi gagal mengembangkan SDM. Dalam jangka pendek, perusahaan semacam ini mungkin terlihat sukses, tetapi risikonya adalah tingginya turnover karyawan, kelelahan organisasi, dan penurunan produktivitas di masa depan.<\/p>\n<p><strong>3. Perusahaan Berfokus pada SDM (15%)<\/strong><\/p>\n<p>Sebagian perusahaan memilih menekankan pengembangan SDM, tetapi belum mampu menerjemahkan investasi tersebut ke dalam hasil keuangan yang kuat. Mereka memang menciptakan lingkungan kerja yang positif, tetapi seringkali kesulitan menunjukkan return on investment secara konkret.<\/p>\n<p><strong>4. Pemain Khas (55%)<\/strong><\/p>\n<p>Mayoritas perusahaan (lebih dari separuh) tidak menonjol dalam kedua aspek. Mereka berada di posisi rata-rata, tidak buruk tetapi juga tidak istimewa. Risiko terbesar bagi kelompok ini adalah stagnasi dan hilangnya daya saing ketika berhadapan dengan kompetitor yang lebih inovatif.<\/p>\n<p>Baca juga artikel: <a href=\"https:\/\/ccsi.asia\/id\/mengapa-pengembangan-sdm-bisa-menjadi-keunggulan-kompetitif-pelajaran-dari-mckinsey-untuk-bisnis-2025\/\">Mengapa Pengembangan SDM Bisa Menjadi Keunggulan Kompetitif: Pelajaran dari McKinsey untuk Bisnis 2025<\/a><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Karakteristik_PP_Winners\"><\/span>Karakteristik P+P Winners<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Apa yang membuat P+P Winners berbeda? Dari hasil riset, ada beberapa karakteristik utama:<\/p>\n<p><strong>Budaya Belajar yang Berkelanjutan<\/strong><br \/>\nKaryawan diberi akses ke pelatihan yang relevan dan praktis. Pelatihan tidak hanya formal, tetapi juga berbentuk on-the-job training, mentoring, dan rotasi peran.<\/p>\n<p><strong>Mobilitas Internal yang Terbuka<\/strong><br \/>\nAlih-alih kehilangan karyawan berbakat ke kompetitor, P+P Winners menciptakan peluang bagi mereka untuk berpindah peran di dalam organisasi.<\/p>\n<p><strong>Kesehatan Organisasi Tinggi<\/strong><br \/>\nBudaya kerja sehat, komunikasi terbuka, kepemimpinan yang memberdayakan, dan rasa keadilan menjadi fondasi yang kuat.<\/p>\n<p><strong>Orientasi Jangka Panjang<\/strong><br \/>\nMereka tidak hanya mengejar target kuartalan, melainkan mengelola strategi dengan visi jangka panjang yang seimbang antara pertumbuhan finansial dan pembangunan manusia.<\/p>\n<p>Hal menarik dari temuan ini adalah bahwa P+P Winners tidak terbatas pada sektor tertentu. Mereka tidak hanya muncul di industri padat pengetahuan seperti teknologi dan keuangan. Bahkan di sektor tradisional, manufaktur, maupun ritel, perusahaan bisa menjadi P+P Winners jika berhasil menyeimbangkan fokus pada orang dan kinerja.<\/p>\n<p>Dengan kata lain, menjadi P+P Winner bukanlah soal industri, tetapi soal mindset dan strategi manajerial.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Peran_CCSI_dalam_Membantu_Perusahaan_Menjadi_PP_Winners\"><\/span>Peran CCSI dalam Membantu Perusahaan Menjadi P+P Winners<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Temuan McKinsey jelas menunjukkan: hanya kurang dari 10% perusahaan yang benar-benar mampu menjadi P+P Winners\u2014unggul dalam kinerja keuangan sekaligus pengembangan sumber daya manusia. Pertanyaan berikutnya adalah: apakah perusahaan Anda siap menjadi bagian dari kelompok istimewa ini?<\/p>\n<p>Mencapai posisi tersebut tidak mudah. Dibutuhkan:<\/p>\n<ul>\n<li>Strategi bisnis yang terarah untuk memastikan profitabilitas jangka panjang.<\/li>\n<li>Sistem pengembangan SDM yang terukur agar karyawan tumbuh bersama perusahaan.<\/li>\n<li>Budaya organisasi yang sehat untuk menjaga motivasi dan loyalitas.<\/li>\n<li>Mekanisme perbaikan berkelanjutan agar bisnis tidak tertinggal di tengah perubahan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Inilah yang menjadi spesialisasi <a href=\"https:\/\/ccsi.asia\/id\/\">CCSI (Creating Creative Solution &amp; Improvement)<\/a>. Sebagai konsultan bisnis keluarga dan perusahaan, CCSI hadir untuk:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Menyediakan solusi kreatif<\/strong> \u2014 setiap bisnis unik, sehingga pendekatan CCSI selalu disesuaikan dengan kebutuhan spesifik, bukan sekadar \u201cpaket standar\u201d.<\/li>\n<li><strong>Mendorong perbaikan berkelanjutan<\/strong> (continuous improvement) \u2014 agar perusahaan tidak hanya bertahan, tapi terus naik kelas menuju standar P+P Winners.<\/li>\n<li><strong>Mendampingi transisi bisnis keluarga<\/strong> \u2014 memastikan kesinambungan antar-generasi, sekaligus profesionalisasi dalam pengelolaan.<\/li>\n<li><strong>Membangun organisasi yang sehat<\/strong> \u2014 dari perencanaan strategi, tata kelola, hingga manajemen SDM yang berdampak nyata.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dengan dukungan tim CCSI, perusahaan Anda dapat:<\/p>\n<ul>\n<li>Mengubah tantangan menjadi peluang.<\/li>\n<li>Memperkuat daya saing.<\/li>\n<li>Menjadi bukan hanya pemain pasar, tetapi pemenang sejati.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Karena pada akhirnya, fokus pada kinerja tanpa manusia hanya menghasilkan angka, sementara fokus pada manusia tanpa kinerja hanya menghasilkan niat baik. Perusahaan yang berhasil adalah mereka yang bisa menyeimbangkan keduanya\u2014dan itulah tujuan CCSI mendampingi klien.<\/p>\n<p>Jika Anda ingin bisnis keluarga atau perusahaan Anda naik kelas menjadi People + Performance Winners, saatnya bermitra dengan CCSI. Mari kita wujudkan pertumbuhan yang berkelanjutan, sehat, dan bermakna bagi semua yang terlibat di dalamnya.<\/p>\n<p>Lokasi : Megah Raya, Blok Q No.5, Jl. Raya Kalirungkut No.1-3, Kedung Baruk, Kec. Rungkut, Kota SBY, Jawa Timur 60293<br \/>\nEmail : kontak.ccsi@gmail.com<br \/>\nWhatsapp :\u00a0<a href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=6285101774732&amp;text=Halo+CCSI+Surabaya&amp;type=phone_number&amp;app_absent=0\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">0851 0177 4732<\/a><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam dunia bisnis modern, keberhasilan perusahaan tidak lagi dapat diukur hanya dengan angka-angka laporan keuangan. Semakin kompleksnya tantangan global, perubahan teknologi, dan ekspektasi tenaga kerja generasi baru, memaksa organisasi untuk memikirkan ulang pendekatan mereka terhadap keberlanjutan dan pertumbuhan. Salah satu pendekatan yang kini mendapatkan perhatian serius adalah bagaimana perusahaan mampu menyeimbangkan fokus pada kinerja finansial [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4403,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"default","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-4716","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business-consultant"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ccsi.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4716","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ccsi.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ccsi.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ccsi.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ccsi.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4716"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ccsi.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4716\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4719,"href":"https:\/\/ccsi.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4716\/revisions\/4719"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ccsi.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4403"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ccsi.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4716"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ccsi.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4716"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ccsi.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4716"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}