{"id":4700,"date":"2025-09-11T06:03:35","date_gmt":"2025-09-11T06:03:35","guid":{"rendered":"https:\/\/ccsi.asia\/?p=4700"},"modified":"2025-09-11T06:04:55","modified_gmt":"2025-09-11T06:04:55","slug":"50-kpi-penting-untuk-mengukur-kinerja-bisnis-panduan-lengkap-untuk-pemilik-usaha","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ccsi.asia\/id\/50-kpi-penting-untuk-mengukur-kinerja-bisnis-panduan-lengkap-untuk-pemilik-usaha\/","title":{"rendered":"50 KPI Penting untuk Mengukur Kinerja Bisnis \u2013 Panduan Lengkap untuk Pemilik Usaha"},"content":{"rendered":"<p data-rm-block-id=\"block-1\">Banyak pemilik bisnis di Indonesia, khususnya di Surabaya dan kota-kota besar lain, masih mengandalkan insting atau perasaan ketika mengambil keputusan penting. Pertanyaan seperti: \u201cApakah bisnis saya sehat?\u201d atau \u201cBagaimana saya tahu kalau strategi penjualan saya berhasil?\u201d sering dijawab berdasarkan pengalaman, bukan data. Padahal, dalam dunia bisnis modern, keputusan berbasis data adalah kunci untuk bertahan dan berkembang. Di sinilah pentingnya KPI atau Key Performance Indicators.<\/p>\n<p data-rm-block-id=\"block-2\">KPI adalah alat ukur yang digunakan perusahaan untuk memahami sejauh mana tujuan mereka tercapai. Dengan KPI, Anda bisa menilai kondisi keuangan, arus kas, kepuasan pelanggan, produktivitas karyawan, hingga kesiapan bisnis dalam menghadapi persaingan. Artikel ini membahas 50 KPI penting yang bisa Anda gunakan, dibagi dalam beberapa kategori: Accounting KPIs, Cash KPIs, CEO KPIs, SaaS KPIs, dan Investor KPIs. Semua akan dijelaskan dengan bahasa sederhana, contoh nyata, serta bagaimana KPI ini bisa diterapkan dalam bisnis Anda bersama CCSI Surabaya sebagai mitra konsultan bisnis, training, dan jasa rekrutmen.<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewbox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewbox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseprofile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/ccsi.asia\/id\/50-kpi-penting-untuk-mengukur-kinerja-bisnis-panduan-lengkap-untuk-pemilik-usaha\/#Accounting_KPIs_Menjaga_Fondasi_Keuangan_Bisnis\" >Accounting KPIs: Menjaga Fondasi Keuangan Bisnis<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/ccsi.asia\/id\/50-kpi-penting-untuk-mengukur-kinerja-bisnis-panduan-lengkap-untuk-pemilik-usaha\/#Cash_KPIs_Menjaga_Arus_Kas_Sehat\" >Cash KPIs: Menjaga Arus Kas Sehat<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/ccsi.asia\/id\/50-kpi-penting-untuk-mengukur-kinerja-bisnis-panduan-lengkap-untuk-pemilik-usaha\/#CEO_KPIs_Kompas_untuk_Pemimpin_Perusahaan\" >CEO KPIs: Kompas untuk Pemimpin Perusahaan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/ccsi.asia\/id\/50-kpi-penting-untuk-mengukur-kinerja-bisnis-panduan-lengkap-untuk-pemilik-usaha\/#SaaS_KPIs_Mengukur_Kinerja_Startup_Digital\" >SaaS KPIs: Mengukur Kinerja Startup Digital<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/ccsi.asia\/id\/50-kpi-penting-untuk-mengukur-kinerja-bisnis-panduan-lengkap-untuk-pemilik-usaha\/#Investor_KPIs_Menarik_Minat_Pemegang_Saham\" >Investor KPIs: Menarik Minat Pemegang Saham<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/ccsi.asia\/id\/50-kpi-penting-untuk-mengukur-kinerja-bisnis-panduan-lengkap-untuk-pemilik-usaha\/#Studi_Kasus_Bagaimana_KPI_Membantu_Bisnis_Nyata\" >Studi Kasus: Bagaimana KPI Membantu Bisnis Nyata<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/ccsi.asia\/id\/50-kpi-penting-untuk-mengukur-kinerja-bisnis-panduan-lengkap-untuk-pemilik-usaha\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h3 data-rm-block-id=\"block-3\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Accounting_KPIs_Menjaga_Fondasi_Keuangan_Bisnis\"><\/span>Accounting KPIs: Menjaga Fondasi Keuangan Bisnis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-rm-block-id=\"block-4\">Keuangan adalah fondasi dari setiap bisnis. Anda boleh punya ide besar, strategi pemasaran kreatif, atau tim yang solid, tapi tanpa manajemen keuangan yang baik, bisnis akan sulit bertahan. Accounting KPIs membantu memastikan bahwa perusahaan Anda punya struktur modal yang sehat, bisa membayar kewajiban, dan menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan.<br \/>\nBeberapa Accounting KPI yang penting antara lain:<br \/>\n\u2022 Return on Equity (ROE): seberapa efektif modal pemegang saham digunakan untuk menghasilkan laba.<br \/>\n\u2022 Working Capital Ratio: kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek.<br \/>\n\u2022 Debt-to-Equity Ratio (DER): proporsi pendanaan dari utang dibandingkan ekuitas.<br \/>\n\u2022 Gross Profit Margin: sisa pendapatan setelah dikurangi HPP.<br \/>\n\u2022 Net Profit Margin: persentase keuntungan bersih dari pendapatan.<br \/>\n\u2022 Accounts Receivable Turnover: kecepatan perusahaan menagih piutang.<br \/>\n\u2022 Accounts Payable Turnover: kecepatan perusahaan membayar pemasok.<\/p>\n<p data-rm-block-id=\"block-5\">Bayangkan sebuah perusahaan distribusi di Surabaya. Jika DER terlalu tinggi, berarti bisnis terlalu bergantung pada pinjaman bank. Hal ini bisa berisiko jika bunga naik atau penjualan melambat. Dengan KPI seperti ROE dan DER, pemilik bisnis bisa segera menyesuaikan strategi pendanaan, misalnya mencari investor baru atau menekan biaya operasional.<\/p>\n<h3 data-rm-block-id=\"block-6\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cash_KPIs_Menjaga_Arus_Kas_Sehat\"><\/span>Cash KPIs: Menjaga Arus Kas Sehat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-rm-block-id=\"block-7\">Pernah dengar pepatah: \u201cProfit is vanity, cash is reality\u201d? Banyak perusahaan untung di laporan laba rugi, tapi tetap bangkrut karena arus kas negatif. Cash KPIs fokus pada likuiditas\u2014apakah perusahaan bisa memenuhi kewajiban hariannya dan terus berjalan.<\/p>\n<p data-rm-block-id=\"block-8\">Beberapa KPI penting untuk arus kas antara lain:<br \/>\n\u2022 Operating Cash Flow: kas dari kegiatan operasional utama.<br \/>\n\u2022 Free Cash Flow: kas tersisa setelah investasi aset tetap.<br \/>\n\u2022 Cash Burn Rate: seberapa cepat kas keluar per bulan.<br \/>\n\u2022 Runway: berapa lama perusahaan bisa bertahan dengan kas yang ada.<br \/>\n\u2022 Cash Conversion Cycle (CCC): waktu yang dibutuhkan untuk mengubah persediaan jadi kas kembali.<\/p>\n<p data-rm-block-id=\"block-9\">Ambil contoh sebuah startup teknologi di Surabaya. Mereka baru saja mendapat pendanaan Rp 10 miliar. Burn rate mereka Rp 1 miliar per bulan. Artinya runway mereka hanya 10 bulan jika tidak ada pendapatan tambahan. Dengan memantau Cash KPIs, manajemen bisa lebih disiplin dalam mengatur pengeluaran dan mencari cara meningkatkan revenue lebih cepat.<\/p>\n<h3 data-rm-block-id=\"block-10\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"CEO_KPIs_Kompas_untuk_Pemimpin_Perusahaan\"><\/span>CEO KPIs: Kompas untuk Pemimpin Perusahaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-rm-block-id=\"block-11\">Seorang CEO tidak hanya mengurus angka keuangan, tapi juga strategi besar, inovasi, dan SDM. CEO KPIs dirancang untuk memberi gambaran apakah perusahaan berjalan sesuai arah jangka panjang.<\/p>\n<p data-rm-block-id=\"block-12\">Beberapa CEO KPI yang krusial:<br \/>\n\u2022 Revenue Growth: pertumbuhan pendapatan dari tahun ke tahun.<br \/>\n\u2022 Market Share: pangsa pasar perusahaan dibanding kompetitor.<br \/>\n\u2022 Employee Productivity: seberapa efektif karyawan menghasilkan output.<br \/>\n\u2022 Employee Engagement: tingkat kepuasan dan keterikatan karyawan.<br \/>\n\u2022 Innovation Index: kontribusi produk baru terhadap total pendapatan.<br \/>\n\u2022 Brand Equity: kekuatan merek di mata pelanggan.<br \/>\n\u2022 Sustainability Metrics: pencapaian target keberlanjutan.<\/p>\n<p data-rm-block-id=\"block-13\">Misalnya, sebuah perusahaan manufaktur di Gresik ingin mengembangkan pasar baru ke Asia Tenggara. Dengan KPI Market Share dan Revenue Growth, CEO bisa melihat apakah ekspansi tersebut benar-benar menambah nilai, atau hanya menambah biaya tanpa hasil signifikan. Sedangkan Employee Engagement penting untuk memastikan tim tidak burnout saat menghadapi tantangan ekspansi.<\/p>\n<h3 data-rm-block-id=\"block-14\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"SaaS_KPIs_Mengukur_Kinerja_Startup_Digital\"><\/span>SaaS KPIs: Mengukur Kinerja Startup Digital<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-rm-block-id=\"block-15\">Bisnis berbasis subscription atau Software as a Service (SaaS) semakin populer di Indonesia. Mereka membutuhkan KPI khusus karena model pendapatannya berbeda dengan bisnis tradisional. Alih-alih satu kali transaksi, mereka mengandalkan pendapatan berulang dari pelanggan berlangganan.<\/p>\n<p data-rm-block-id=\"block-16\">KPI penting untuk SaaS antara lain:<br \/>\n\u2022 Customer Churn Rate: berapa banyak pelanggan berhenti berlangganan.<br \/>\n\u2022 Customer Acquisition Cost (CAC): biaya mendapatkan pelanggan baru.<br \/>\n\u2022 Lifetime Value (LTV): total nilai pendapatan dari satu pelanggan sepanjang masa kontrak.<br \/>\n\u2022 Monthly Recurring Revenue (MRR): pendapatan berulang bulanan.<br \/>\n\u2022 SaaS Quick Ratio: perbandingan pertumbuhan pendapatan baru vs pendapatan yang hilang.<\/p>\n<p data-rm-block-id=\"block-17\">Contoh: sebuah startup aplikasi edukasi online memiliki CAC Rp 500.000 per pelanggan. Namun LTV mereka Rp 2.000.000. Artinya bisnis sehat, karena keuntungan dari satu pelanggan jauh lebih besar dibanding biaya untuk mendapatkannya. Tanpa KPI ini, manajemen mungkin hanya melihat jumlah pelanggan naik, tanpa tahu apakah sebenarnya bisnis menguntungkan.<\/p>\n<h3 data-rm-block-id=\"block-18\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Investor_KPIs_Menarik_Minat_Pemegang_Saham\"><\/span>Investor KPIs: Menarik Minat Pemegang Saham<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-rm-block-id=\"block-19\">Bagi investor, angka-angka tertentu menjadi acuan utama sebelum mereka menanamkan modal. Investor KPIs membantu menunjukkan apakah perusahaan layak dipercaya.<\/p>\n<p data-rm-block-id=\"block-20\">KPI utama bagi investor meliputi:<br \/>\n\u2022 Return on Investment (ROI): tingkat pengembalian investasi.<br \/>\n\u2022 Price-to-Earnings Ratio (P\/E): valuasi harga saham dibanding laba.<br \/>\n\u2022 Dividend Yield: imbal hasil dividen bagi investor.<br \/>\n\u2022 Dividend Payout Ratio: konsistensi perusahaan membagikan dividen.<br \/>\n\u2022 Share Buyback Ratio: komitmen perusahaan membeli kembali sahamnya.<\/p>\n<p data-rm-block-id=\"block-21\">Misalnya, investor di Jakarta ingin berinvestasi di perusahaan logistik. Jika P\/E Ratio perusahaan jauh lebih rendah dibanding rata-rata industri, mungkin ada peluang undervalued. Tapi jika Dividend Payout Ratio terlalu kecil, investor mungkin ragu dengan komitmen perusahaan berbagi keuntungan.<\/p>\n<h3 data-rm-block-id=\"block-22\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Studi_Kasus_Bagaimana_KPI_Membantu_Bisnis_Nyata\"><\/span>Studi Kasus: Bagaimana KPI Membantu Bisnis Nyata<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-rm-block-id=\"block-23\">1. Perusahaan Ritel: Sebuah toko fashion di Surabaya menggunakan KPI Inventory Turnover untuk memantau stok. Awalnya, banyak produk yang menumpuk lebih dari 6 bulan. Dengan KPI ini, mereka tahu kategori mana yang harus dihabiskan melalui diskon, dan kategori mana yang perlu ditambah karena laku keras.<br \/>\n2. Perusahaan Jasa: Sebuah konsultan hukum menggunakan KPI Net Profit Margin untuk mengukur efisiensi biaya operasional. Dengan analisis ini, mereka bisa menekan biaya yang tidak perlu dan meningkatkan laba bersih tanpa harus menaikkan harga jasa.<br \/>\n3. Startup SaaS: Sebuah aplikasi kesehatan online memantau KPI CAC vs LTV. Mereka menyadari bahwa biaya iklan digital terlalu tinggi dibandingkan nilai pelanggan. Dengan mengubah strategi akuisisi ke referral program, CAC turun drastis sementara LTV naik.<\/p>\n<p>By: Nicolas Boucher<\/p>\n<h3 data-rm-block-id=\"block-24\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-rm-block-id=\"block-25\">KPI adalah bahasa universal bisnis. Tanpa KPI, perusahaan hanya berjalan dengan asumsi. Dengan KPI, keputusan diambil berdasarkan data nyata, bukan sekadar insting. Bagi Anda pemilik bisnis di Surabaya yang ingin membawa perusahaan ke level berikutnya, CCSI Surabaya siap menjadi mitra strategis Anda. Mulailah dengan mengukur hal yang benar, lalu lihat bagaimana data mengarahkan Anda menuju pertumbuhan yang lebih sehat.<\/p>\n<p data-rm-block-id=\"block-26\">Mengimplementasikan KPI bukan sekadar memilih angka, tapi juga memastikan KPI benar-benar relevan dengan tujuan bisnis. Di sinilah CCSI Surabaya hadir. Sebagai konsultan bisnis, training provider, dan jasa rekrutmen, CCSI membantu perusahaan di Surabaya dan sekitarnya untuk:<\/p>\n<p data-rm-block-id=\"block-27\">\u2022 Menyusun KPI yang sesuai dengan kebutuhan unik tiap bisnis.<br \/>\n\u2022 Membangun dashboard bisnis agar performa bisa dipantau real-time.<br \/>\n\u2022 Memberikan training kepada tim agar mampu membaca dan menganalisis KPI.<br \/>\n\u2022 Menyediakan rekrutmen talenta yang paham data dan KPI, sehingga perusahaan bisa tumbuh lebih cepat.<\/p>\n<p data-rm-block-id=\"block-28\">Lokasi : Megah Raya, Blok Q No.5, Jl. Raya Kalirungkut No.1-3, Kedung Baruk, Kec. Rungkut, Kota SBY, Jawa Timur 60293<br \/>\nEmail : kontak.ccsi@gmail.com<br \/>\nWhatsapp : 0851 0177 4732<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyak pemilik bisnis di Indonesia, khususnya di Surabaya dan kota-kota besar lain, masih mengandalkan insting atau perasaan ketika mengambil keputusan penting. Pertanyaan seperti: \u201cApakah bisnis saya sehat?\u201d atau \u201cBagaimana saya tahu kalau strategi penjualan saya berhasil?\u201d sering dijawab berdasarkan pengalaman, bukan data. Padahal, dalam dunia bisnis modern, keputusan berbasis data adalah kunci untuk bertahan dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4701,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"default","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-4700","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business-consultant"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ccsi.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4700","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ccsi.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ccsi.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ccsi.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ccsi.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4700"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ccsi.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4700\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4703,"href":"https:\/\/ccsi.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4700\/revisions\/4703"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ccsi.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4701"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ccsi.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4700"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ccsi.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4700"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ccsi.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4700"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}