{"id":4333,"date":"2024-12-24T05:00:03","date_gmt":"2024-12-24T05:00:03","guid":{"rendered":"https:\/\/ccsi.asia\/?p=4333"},"modified":"2024-12-24T05:00:03","modified_gmt":"2024-12-24T05:00:03","slug":"faktor-apa-saja-yang-mempengaruhi-terjadinya-proses-negosiasi-bisnis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ccsi.asia\/id\/faktor-apa-saja-yang-mempengaruhi-terjadinya-proses-negosiasi-bisnis\/","title":{"rendered":"Faktor Apa Saja yang Mempengaruhi Terjadinya Proses Negosiasi Bisnis?"},"content":{"rendered":"<p>Negosiasi bisnis adalah proses interaktif antara dua pihak atau lebih yang berusaha mencapai kesepakatan atau penyelesaian dalam konteks aktivitas bisnis. Proses negosiasi bisnis dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berinteraksi. Faktor-faktor ini menentukan bagaimana negosiasi akan berlangsung, seberapa efektif negosiasi tersebut, dan seberapa besar kemungkinan tercapainya kesepakatan yang menguntungkan kedua pihak. Berikut adalah penjelasan lebih rinci mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya proses negosiasi bisnis:<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewbox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewbox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseprofile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1' ><ul class='ez-toc-list-level-6' ><li class='ez-toc-heading-level-6'><ul class='ez-toc-list-level-6' ><li class='ez-toc-heading-level-6'><ul class='ez-toc-list-level-6' ><li class='ez-toc-heading-level-6'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/ccsi.asia\/id\/faktor-apa-saja-yang-mempengaruhi-terjadinya-proses-negosiasi-bisnis\/#Kepentingan_dan_Tujuan_Pihak_yang_Terlibat_dalam_Negosiasi_Bisnis\" >Kepentingan dan Tujuan Pihak yang Terlibat dalam Negosiasi Bisnis<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-6'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/ccsi.asia\/id\/faktor-apa-saja-yang-mempengaruhi-terjadinya-proses-negosiasi-bisnis\/#Kondisi_Pasar\" >Kondisi Pasar<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-6'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/ccsi.asia\/id\/faktor-apa-saja-yang-mempengaruhi-terjadinya-proses-negosiasi-bisnis\/#Kualitas_Informasi\" >Kualitas Informasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-6'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/ccsi.asia\/id\/faktor-apa-saja-yang-mempengaruhi-terjadinya-proses-negosiasi-bisnis\/#Hubungan_Antar_Pihak_dalam_Negosiasi_Bisnis\" >Hubungan Antar Pihak dalam Negosiasi Bisnis<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-6'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/ccsi.asia\/id\/faktor-apa-saja-yang-mempengaruhi-terjadinya-proses-negosiasi-bisnis\/#Kebudayaan_dan_Norma_Sosial\" >Kebudayaan dan Norma Sosial<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-6'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/ccsi.asia\/id\/faktor-apa-saja-yang-mempengaruhi-terjadinya-proses-negosiasi-bisnis\/#Gaya_Negosiasi_dan_Kepribadian\" >Gaya Negosiasi dan Kepribadian<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-6'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/ccsi.asia\/id\/faktor-apa-saja-yang-mempengaruhi-terjadinya-proses-negosiasi-bisnis\/#Kerangka_Waktu\" >Kerangka Waktu<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-6'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/ccsi.asia\/id\/faktor-apa-saja-yang-mempengaruhi-terjadinya-proses-negosiasi-bisnis\/#Kondisi_Keuangan_dan_Ekonomi\" >Kondisi Keuangan dan Ekonomi<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/ccsi.asia\/id\/faktor-apa-saja-yang-mempengaruhi-terjadinya-proses-negosiasi-bisnis\/#Faktor_yang_Mempengaruhi_Keberhasilan_dalam_Negosiasi_Bisnis\" >Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan dalam Negosiasi Bisnis ?<\/a><ul class='ez-toc-list-level-6' ><li class='ez-toc-heading-level-6'><ul class='ez-toc-list-level-6' ><li class='ez-toc-heading-level-6'><ul class='ez-toc-list-level-6' ><li class='ez-toc-heading-level-6'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/ccsi.asia\/id\/faktor-apa-saja-yang-mempengaruhi-terjadinya-proses-negosiasi-bisnis\/#1_Persiapan_Negosiasi\" >1. Persiapan Negosiasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-6'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/ccsi.asia\/id\/faktor-apa-saja-yang-mempengaruhi-terjadinya-proses-negosiasi-bisnis\/#2_Dinamika_kekuatan\" >2. Dinamika kekuatan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-6'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/ccsi.asia\/id\/faktor-apa-saja-yang-mempengaruhi-terjadinya-proses-negosiasi-bisnis\/#3_Komunikasi_dan_mendengarkan_secara_aktif\" >3. Komunikasi dan mendengarkan secara aktif<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-6'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/ccsi.asia\/id\/faktor-apa-saja-yang-mempengaruhi-terjadinya-proses-negosiasi-bisnis\/#4_Kecerdasan_emosional\" >4. Kecerdasan emosional<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-6'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/ccsi.asia\/id\/faktor-apa-saja-yang-mempengaruhi-terjadinya-proses-negosiasi-bisnis\/#5_Fleksibilitas_dan_kemampuan_beradaptasi\" >5. Fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-6'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/ccsi.asia\/id\/faktor-apa-saja-yang-mempengaruhi-terjadinya-proses-negosiasi-bisnis\/#6_Faktor_budaya_dan_sosial\" >6. Faktor budaya dan sosial<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-6'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-16\" href=\"https:\/\/ccsi.asia\/id\/faktor-apa-saja-yang-mempengaruhi-terjadinya-proses-negosiasi-bisnis\/#7_BATNA_Best_Alternative_To_a_Negotiated_Agreement\" >7. BATNA (Best Alternative To a Negotiated Agreement)<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-17\" href=\"https:\/\/ccsi.asia\/id\/faktor-apa-saja-yang-mempengaruhi-terjadinya-proses-negosiasi-bisnis\/#Ingin_Tahu_Taktik_Negosiasi_dan_Penerapannya_Yuk_join_di_Negotiation_Games_bersama_CCSI\" >Ingin Tahu Taktik Negosiasi dan Penerapannya ? Yuk join di Negotiation Games bersama CCSI<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h6><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kepentingan_dan_Tujuan_Pihak_yang_Terlibat_dalam_Negosiasi_Bisnis\"><\/span>Kepentingan dan Tujuan Pihak yang Terlibat dalam Negosiasi Bisnis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h6>\n<p>Kepentingan dan tujuan setiap pihak adalah faktor utama yang mempengaruhi jalannya negosiasi bisnis. Setiap pihak datang dengan motivasi yang berbeda-beda, yang bisa mencakup tujuan jangka pendek atau jangka panjang. Misalnya, satu pihak mungkin lebih fokus pada keuntungan finansial, sementara pihak lain lebih memprioritaskan hubungan jangka panjang atau pengembangan pasar.<\/p>\n<h6><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kondisi_Pasar\"><\/span>Kondisi Pasar<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h6>\n<p>Kondisi pasar yang sedang berlangsung, baik yang berkaitan dengan permintaan dan penawaran, tren industri, serta situasi kompetisi, sangat mempengaruhi posisi tawar dan sikap dalam negosiasi bisnis.<\/p>\n<h6><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kualitas_Informasi\"><\/span>Kualitas Informasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h6>\n<p>Informasi yang tepat dan relevan sangat penting dalam negosiasi bisnis. Kualitas informasi yang dimiliki oleh masing-masing pihak mengenai kondisi pasar, pihak lawan, serta situasi eksternal lainnya mempengaruhi keputusan yang diambil dalam negosiasi bisnis.<\/p>\n<h6><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Hubungan_Antar_Pihak_dalam_Negosiasi_Bisnis\"><\/span>Hubungan Antar Pihak dalam Negosiasi Bisnis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h6>\n<p>Hubungan yang sudah terbentuk antara pihak-pihak yang terlibat dalam negosiasi dapat mempengaruhi jalannya proses. Hubungan ini mencakup kepercayaan, saling pengertian, serta pengalaman masa lalu yang mungkin mempengaruhi sikap dan pendekatan masing-masing pihak.<\/p>\n<h6><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kebudayaan_dan_Norma_Sosial\"><\/span>Kebudayaan dan Norma Sosial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h6>\n<p>Faktor budaya dan norma sosial mempengaruhi cara negosiasi dilakukan. Perbedaan budaya dapat mencakup cara komunikasi, pengelolaan konflik, serta nilai-nilai yang dipegang teguh oleh masing-masing pihak.<\/p>\n<h6><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Gaya_Negosiasi_dan_Kepribadian\"><\/span>Gaya Negosiasi dan Kepribadian<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h6>\n<p>Gaya negosiasi dan kepribadian individu yang terlibat dalam negosiasi memengaruhi bagaimana proses tersebut berjalan. Beberapa orang mungkin lebih agresif dan tegas, sementara yang lain lebih cenderung untuk bersikap kooperatif dan mencari kesepakatan bersama.<\/p>\n<h6><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kerangka_Waktu\"><\/span>Kerangka Waktu<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h6>\n<p>Kerangka waktu yang diberikan untuk negosiasi dapat memengaruhi dinamika negosiasi. Apakah negosiasi harus diselesaikan dalam waktu singkat atau apakah ada waktu yang cukup untuk melakukan diskusi lebih mendalam?<\/p>\n<h6><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kondisi_Keuangan_dan_Ekonomi\"><\/span>Kondisi Keuangan dan Ekonomi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h6>\n<p>Kondisi keuangan dan ekonomi, baik dari sisi perusahaan maupun makroekonomi, sangat mempengaruhi negosiasi bisnis. Faktor seperti krisis ekonomi, fluktuasi nilai tukar, atau kondisi pasar yang tidak stabil dapat mengubah prioritas dan strategi negosiasi.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Faktor_yang_Mempengaruhi_Keberhasilan_dalam_Negosiasi_Bisnis\"><\/span>Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan dalam Negosiasi Bisnis ?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<h6><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Persiapan_Negosiasi\"><\/span>1. Persiapan Negosiasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h6>\n<p>Persiapan yang matang memang memiliki pengaruh besar dalam keberhasilan suatu negosiasi. Sebelum memasuki negosiasi, penting untuk memahami dengan jelas apa yang ingin dicapai dan apa yang menjadi prioritas. Hal ini membantu untuk tetap fokus dan tidak tergoda untuk menerima tawaran yang tidak sesuai dengan tujuan utama.<\/p>\n<h6><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Dinamika_kekuatan\"><\/span>2. Dinamika kekuatan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h6>\n<p>Salah satu sumber kekuatan utama dalam negosiasi adalah kontrol terhadap sumber daya yang diperlukan oleh pihak lain. Misalnya, dalam negosiasi bisnis, pihak yang menguasai pasokan bahan baku atau teknologi yang dibutuhkan bisa memiliki posisi yang lebih kuat.<\/p>\n<h6><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Komunikasi_dan_mendengarkan_secara_aktif\"><\/span>3. Komunikasi dan mendengarkan secara aktif<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h6>\n<p>Negosiator yang terlatih dengan baik, yang memahami teknik-teknik negosiasi seperti anchoring, framing, atau mirroring, dapat mempengaruhi arah pembicaraan dan meningkatkan posisi mereka. Keterampilan berbicara, mendengarkan aktif, dan membaca bahasa tubuh juga sangat penting dalam meningkatkan pengaruh.<\/p>\n<h6><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Kecerdasan_emosional\"><\/span>4. Kecerdasan emosional<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h6>\n<p>Kekuatan dalam negosiasi juga bisa muncul dari kemampuan untuk mengelola emosi, baik emosi diri sendiri maupun pihak lain. Seorang negosiator yang mampu tetap tenang, sabar, dan mengendalikan situasi ketika tekanan tinggi akan lebih mudah memengaruhi hasil negosiasi.<\/p>\n<h6><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Fleksibilitas_dan_kemampuan_beradaptasi\"><\/span>5. Fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h6>\n<p>Fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi merupakan dua kualitas yang sangat penting dalam negosiasi, karena keduanya memungkinkan seorang negosiator untuk menanggapi perubahan situasi, menyesuaikan strategi, dan mengelola dinamika yang muncul selama proses negosiasi.<\/p>\n<p>Fleksibilitas memungkinkan negosiator untuk menyesuaikan strategi dan pendekatan sesuai dengan perkembangan yang terjadi. Misalnya, jika pihak lain mengajukan perubahan tawaran atau kondisi yang tidak terduga, seorang negosiator yang fleksibel akan dapat menilai ulang posisi dan beradaptasi dengan situasi tersebut untuk menjaga proses negosiasi tetap berjalan.<\/p>\n<h6><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Faktor_budaya_dan_sosial\"><\/span>6. Faktor budaya dan sosial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h6>\n<p>Perbedaan budaya dapat mencakup nilai-nilai, norma, kebiasaan, serta cara berpikir dan bertindak yang berbeda di setiap negara, kelompok sosial, atau organisasi. Begitu juga, faktor social seperti status sosial, hierarki, dan hubungan personal dapat memengaruhi bagaimana kekuasaan dan pengaruh dikelola selama proses negosiasi.<\/p>\n<p>Dalam beberapa budaya, hubungan pribadi dan profesional sangat terjalin erat. Di banyak negara Asia (misalnya Jepang, Korea, Cina) dan Timur Tengah, membangun hubungan pribadi dan kepercayaan adalah bagian integral dari negosiasi yang sukses. Sebaliknya, budaya Barat cenderung lebih terpisah antara hubungan pribadi dan profesional, dengan fokus lebih pada transaksi atau kesepakatan.<\/p>\n<h6><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_BATNA_Best_Alternative_To_a_Negotiated_Agreement\"><\/span>7. BATNA (Best Alternative To a Negotiated Agreement)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h6>\n<p>Memiliki Best Alternative to a Negotiated Agreement (BATNA) atau alternatif terbaik jika negosiasi gagal sangat penting. Dengan BATNA yang kuat, kita bisa lebih percaya diri untuk menegosiasikan persyaratan yang lebih baik tanpa takut kehilangan kesepakatan.<\/p>\n<p>Baca juga:<a href=\"https:\/\/ccsi.asia\/id\/7-tahapan-negosiasi-dalam-komunikasi-bisnis\/\"> 7 Tahapan Negosiasi dalam Komunikasi Bisnis<\/a><\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-4334 size-full\" title=\"negosiasi bisnis\" src=\"https:\/\/ccsi.asia\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/RBS07463-scaled.jpg\" alt=\"negosiasi bisnis\" width=\"2560\" height=\"1707\" srcset=\"https:\/\/ccsi.asia\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/RBS07463-scaled.jpg 2560w, https:\/\/ccsi.asia\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/RBS07463-300x200.jpg 300w, https:\/\/ccsi.asia\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/RBS07463-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/ccsi.asia\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/RBS07463-768x512.jpg 768w, https:\/\/ccsi.asia\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/RBS07463-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/ccsi.asia\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/RBS07463-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/ccsi.asia\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/RBS07463-18x12.jpg 18w\" sizes=\"(max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ingin_Tahu_Taktik_Negosiasi_dan_Penerapannya_Yuk_join_di_Negotiation_Games_bersama_CCSI\"><\/span>Ingin Tahu Taktik Negosiasi dan Penerapannya ? Yuk join di Negotiation Games bersama CCSI<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Apabila Perusahaan Anda sedang mencari penyelenggara professional pelatihan Negosiasi bagi perusahaan yang terpercaya dan berkualitas, progam corporate training dari <a href=\"https:\/\/ccsi.asia\/id\/\">CCSI.ASIA<\/a> adalah pilihan yang tepat!<\/p>\n<p>Dengan pelatihan di CCSI, perusahaan bisa melakukan berbagai jenis training kerja sesuai kebutuhan karyawan maupun kebutuhan perusahaan, serta perencanaan kepada karyawan baik dari sisi jabatan maupun kemampuan baik untuk segi jangka panjang dan pendek.<\/p>\n<p>Lokasi : Megah Raya, Blok Q No.5, Jl. Raya Kalirungkut No.1-3, Kedung Baruk, Kec. Rungkut, Kota SBY, Jawa Timur 60293<br \/>\nEmail : kontak.ccsi@gmail.com<br \/>\nWhatsapp :\u00a0<a href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=6285101774732&amp;text=Halo+CCSI+Surabaya&amp;type=phone_number&amp;app_absent=0\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">0851 0177 4732<\/a><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Negosiasi bisnis adalah proses interaktif antara dua pihak atau lebih yang berusaha mencapai kesepakatan atau penyelesaian dalam konteks aktivitas bisnis. Proses negosiasi bisnis dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berinteraksi. Faktor-faktor ini menentukan bagaimana negosiasi akan berlangsung, seberapa efektif negosiasi tersebut, dan seberapa besar kemungkinan tercapainya kesepakatan yang menguntungkan kedua pihak. Berikut adalah penjelasan lebih [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4335,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"default","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[21],"tags":[],"class_list":["post-4333","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-in-house-training"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ccsi.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4333","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ccsi.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ccsi.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ccsi.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ccsi.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4333"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ccsi.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4333\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4336,"href":"https:\/\/ccsi.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4333\/revisions\/4336"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ccsi.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4335"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ccsi.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4333"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ccsi.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4333"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ccsi.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4333"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}